Berikut kisah tentang Toko Oen, salah satu resto tertua di kota Semarang. Toko Oen berawal pada tahun 1922 dari seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di Yogyakarta.
Liem Gien Nio nama Ibu rumah tangga tersebut adalah istri dari Oen Tjoen Hok yang berpangkat letnan dimana menginginkan istrinya mempunyai kegiatan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Ibu Liem Gien Nio adalah seorang ahli masakan Cina dan Belanda. Kemudian ia mulai membuat berbagai jenis kue dan menjualnya dengan pelanggan dari kalangan masyarakat Cina dan Belanda di kota Yogyakarta.
Ibu Liem kemudian membuka Toko Oen, sebuah toko kecil di Jl.Tugu Kidul Yogyakarta. Toko Oen diambil dari nama suaminya.
Karena kue buatannya enak, kemudian mulai banyak pelanggan berdatangan. Dan Ibu Liem memutuskan untuk memperbesar toko nya. Agar para pelanggannya bisa makan dan minum di tempat tersebut.
Setelah tiga tahun, Toko Oen memperluas toko nya kembali dan menambah staf untuk membuat menu-menu tambahan selain kue.

Toko Oen tahun 1950
Pada tanggal 16 April 1936, akhirnya Toko Oen membuka cabang cabang di Semarang di Weg Bodjoeng yang sekarang terkenal dengan Jl.Pemuda.Di susul dengan di bukanya cabang di Malang.

Toko Oen Sekarang
Toko Oen terkenal dengan menu es krim, steak dengan rasa khas Eropa dan kue-kue keringnya. Dimana dulu konon Presiden Soekarno dan Sultan Yogyakarta pernah makan disana.

Es Krim Toko Oen
Saat ini Toko Oen di kelola oleh Yenny Megaputri salah satu cucu dari Ibu Liem. Yenny menuturkan, Toko Oen dibangun dengan model jendela tinggi dan atap melengkung tinggi dengan meniru desain yang populer di Eropa pada abad ke-19.
Masih cerita Yenni, dia merupakan penggemar desain-desain kuno sehingga tidak akan merubah desain Toko Oen yang sudah ada.
Jika ada sebuah kursi yang rusak, kita akan memperbaikinya dengan mengembalikan di kondisi semula, cerita salah satu pegawai Toko Oen.

Yenni juga telah membuka cabang di kota Delf dan Den Haag pada tahun 2000. Karena lekat dengan sejarah, Toko Oen merupakan salah satu tempat favorit bagi para turis-turis asing khususnya turis-turis jadul dari Belanda yang wajib untuk dikunjungi.
Dimana mereka akan duduk menikmati lembutnya es krim sambil bernostalgia menghidupkan kembali memori masa muda mereka di Semarang.
Tags: es krim semarang, kuliner semarang, toko oen















April 16th, 2010 at 10:57 am
Iya, es krim buatan toko Oen ini emang udah kondang.. Walau agak mahal, tapi sebanding koq sama kualitas rasa yang enak
April 28th, 2010 at 12:54 pm
[...] This post was mentioned on Twitter by opojal.com. opojal.com said: @Nieke coba kesini http://bit.ly/amHYMD RE : Es Krim enak [...]
July 21st, 2010 at 9:27 am
[...] Rel. Atau ingin bernostalgia di resto yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi bisa menyambangi Toko Oen. Bagi para penggemar pecel jangan takut dan jangan khawatir, ada 2 warung nasi pecel yang maknyuz [...]