Dari namanya jangan Anda kira roti ini terbuat dari ganjel rel (bantalan rel kereta) ya! Dinamakan Ganjel Rel karena roti ini bentuknya menyerupai ganjel rel yang berwarna kecoklatan.
Bedanya kalo roti ini atasnya di taburi biji wijen lha kalau ganjel rel beneran di taburi kerikil…heheheh..
Roti ini salah satu roti jadul dan khas di Semarang. Mungkin sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu sebelum saya lahir.
Ganjel Rel ini juga punya julukan roti spesialis Opspek…hehehehe..heran? Di juluki roti spesialis Opspek karena jamannya saya SMA dan kuliah waktu Opspek pasti ada tugas untuk mencari Ganjel Rel.
Dan mencari roti ini susahnya minta ampun, musti blusukan di Pasar Johar. Penjualnya pun jualannya tidak saban hari.
Roti ini teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis yang nendang di lindah.
Karena teksturnya yang ulet ini, jika kita makan 2 potong saja sudah cukup mengenyangkan perut kita.
Saat ini penjualnya sudah tidak banyak, mungkin hanya beberapa orang saja. Dan yang saya tahu yang masih berjualan roti ini ada di daerah Jl.Labuhan Halmahera di Semarang. Tepatnya di belakang gedung PGRI Jl.DR.Cipto.
Untuk membeli roti ini Anda harus memesannya terlebih dahulu. 1 kotak Ganjel Rel sekarang dihargai Rp.24.000,-
(foto di pinjam dari sini)
Tags: kuliner semarang, makanan khas semarang, roti ganjel rel














January 4th, 2010 at 12:23 pm
[...] Anda yang ingin bernostalgia dengan roti jadul, Anda bisa mencoba Roti Gandjel Rel. Atau ingin bernostalgia di resto yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi bisa menyambangi Toko [...]